Shaneeta Chornicles Bio (Oc)

Nama : Shaneeta Chornicles / Kurinika
Panggilan : Shan
TTL : Inggris, 31 Desember
Umur : 20 tahun
Tinggi/berat : 173 cm/49 kg
Gender : Perempuan
Orientasi seksual : Straight/normal
Ciri-ciri : rambut hitam panjang, wajah oriental, punya tato naga di punggung
Fc : random anime/manga, Kozue Akimoto for human face
Pekerjaan : traveller, kebanyakan kerja sambilan untuk menghidupinya
Status : single

Latar belakang

Shan merupakan keturunan Asia (ayah)-Eropa (ibu) yang memiliki wajah sangat oriental. Rambutnya panjang hitam lurus dan tubuhnya tinggi karena turunan ibunya yang berdarah Eropa. Ayahnya merupakan anak tertua di klan Kurinika, sebuah klan Yakuza putih terkenal di Jepang. 

Ayahnya, Ken Kurinika, pindah ke Inggris untuk menikahi seorang perempuan berdarah Inggris yang bernama Veronica Chornicles. Kala itu klannya sedang dalam masa pemburuan dan Veronica tengah hamil tua. Ken memilih mengubah nama keluarganya menjadi Chornicles untuk keamanan. Saat Shan berumur 9 tahun, ayah dan ibunya dibunuh secara misterius. Mengakibatkan dirinya menjadi sebatang kara karena ia tidak mengenal keluarga siapapun lagi di Inggris.

Itulah yang menyebabkan ia menjadi traveller termuda kala itu. Bermodalkan kerja sambilan tanpa memiliki pendidikan membuatnya mengalami dyslexia, kondisi dimana ia tidak bisa membaca terlalu banyak kalimat dan cukup sulit membedakan yang mana kanan dan kiri.

Pada umur 19 tahun, ia bertemu seorang lelaki asal Brickstone, dimana mereka hampir menjalin hubungan asmara namun terhalang karena saat itu Shan adalah seorang pembunuh bayaran. Ia ditugaskan untuk membunuh cinta pertamanya namun ia tidak mampu. Beruntung dari pihak keluarga ayahnya yang di Jepang menemukan Shan dan membawanya pergi sebelum membunuh sang lelaki.

Di Jepang, Shan diajarkan banyak hal oleh sang tetua yang notabene kakeknya untuk menjadi pemimpin klan Kurinika. Dan ia berhasil menjabat sebagai pemimpin Yakuza perempuan termuda dalam 3 bulan. Shan tidak mau membunuh lagi. Ia memilih memberikan gelar hebat itu pada sang dayang yang menjadi sahabatnya kala itu. 

Tak memiliki pekerjaan tidak membuat Shan berdiam diri. Ia melamar sebagai guru olahraga di sekolah Haitachi. Meski ia tidak memiliki status pendidikan, tapi bermodalkan dengan kemampuan beladiri dan kekuatan yang lebih daripada perempuan normal lainnya, ia bisa diterima. Disini pula ia bertemu dengan Kai, seorang pemuda yang berhasil membuatnya jatuh cinta.

Sayangnya hubungan asmara mereka hanya berlangsung beberapa bulan karena kesibukan masing-masing. Setelah putus, Shan memilih untuk menjadi traveller ke seluruh dunia. Ia sudah mengunjungi sebagian negara di benua Eropa, Asia, dan Amerika. Cita-citanya saat ini hanya mengarungi seluruh negara di dunia.

Sifat

Shan merupakan orang yang unpredictable atau tidak bisa ditebak. Kadang ia baik, kadang jahat, kadang manis, kadang mengesalkan. Sesuai moodnya. Tapi ia memiliki tingkat ketajaman dalam berbicara dan sering tak pernah peduli dengan orang, sekalipun itu kakeknya sendiri. Dia suka menggoda siapapun. Baik hanya sebatas kata-kata sampai tindakan ekstrim. Tidak mudah ringan tangan tapi ia lihai menggunakan senjata seperti senjata api dan samurai.

Trivia 

• Shan merokok dan peminum alkohol. Itu jika ia sedang stress atau bosan

• Shan senang makan apapun

• Shan masih sering sulit membedakan kanan dan kiri

• Shan pecinta kucing namun pembenci anjing

• Shan lebih suka menggambar daripada menulis. Karena tulisannya sangat buruk

• Shan tidak bisa menulis tulisan Jepang. Ia hanya bisa membaca dan berbicara

• Dia pintar banyak bahasa

Komentar

Postingan Populer